Detail Berita

Data HTCK Siwas Polres Cirebon Kota Tahun 2011

News1

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
                    DAERAH JAWA BARAT
                  RESOR  CIREBON KOTA
        

HUBUNGAN TATA CARA KERJA
SIPROPAM POLRES CIREBON KOTA


 Bidang Propam

1)    Tugas

Membina dan melaksanakan pengamananan internal, penegakan disiplin, ketertiban dan pertanggunngjawaban profesi di lingkungan Polres, termasuk pelayanan pengaduan masyarakat mengenai dugaan adanya penyimpangan tindakanan anggota atau PNS Polri serta rehabilitasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan


    2)    Fungsi

a)    Perumusan kebijakan Kapolres dalam bidang Pembinaan Pengamanan internal, pembinaan disiplin dan pertanggung jawaban profesi dilinkungan Polres.
b)    Pembinaan dan penegakan disiplin dan atau Kode Etik Profesi Polri.
c)    Pembinaan Profesi yang meliputi penilaian akreditasi Profesi dan pembinaan atau penegakan etika Profesi, serta pengauditan  terhadap proses investigasi kasus baik external maupun internal.
d)    Pelayanan penerimaan Laporan atau pengaduan warga masyarakat mengenai sikap dan tindakan anggota atau PNS Polri yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dan atau kode etik Profesi Polri,
e)    Pengendalian dan pemantauan terhadap penanganan laporan dan pengaduan warga masyarakat oleh satuan satuan dalam limgkungan Polres dan pelaksanaan rehabilitasi  terhadap anggota
dan PNS Polri sesuai dengan ketentuan perundang undangan.
f)    Perencanaan dan pengadministrasian umum, penata usahaan urusan dalam, urusan personil dan materiil logistik,serta pelayananan dilingkungan Sipropam.
g)    Pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi dan dokumentasi kegiatan Si Propam.

3)         Kegiatan
 
1)   Kasipropam Polres Cirebon Kota melalui Bamin mengkoordinasikan  Baur Paminal, Baur Provos    dalam rangka penyelenggaraan proses perencanaan operasi dibidang  fungsi Propam meliputi Pengamanan Internal dan Provos   termasuk dalam rangka   Operasi-operasi khusus di satuan fungsional, dengan memperhatikan    petunjuk dari pembinaan fungsi.

2)   Baur Paminal membantu Kasipropam melaksanakan kegiatan perencanaan operasi dalam rangka Pengamanan Personel, Materiil, Informasi/Baket dan Pengamanan Kegiatan.

3)   Berdasarkan   Program   Kerja   Polres      Cirebon    Kota    Baur      Paminal menyelenggarakan perencanaan operasi dalam rangka pencarian  dan pengumpulan bahan keterangan ( Baket ) bagi kepentingan penyidik dilingkungan Polres Cirebon Kota hasilnya dikoordinasikan dengan para Kabag / Kasatfung / Provos    Polsek Kota Jajaran melalui Kasipropam, Penyelidikan dalam rangka  Pulbaket  dilaksanakan melalui  unit-unit Operasi   Intel Paminal.  

4)    Baur Provos    membantu      Kasipropam     dalam   menyelenggarakan   dan membina fungsi Provos  yang meliputi pembinaan disiplin, penegakan hukum dan penyelesaian perkara dan pelanggaran disiplin.

5)    Bamin   Membantu Kasipropam dalam rangka menyelenggarakan dan melaksanakan urusan ketatausaahaan urusan dalam.   

6)  Berdasarkan petunjuk-petunjuk dan pengarahan Pimpinan, Bamin  menyelenggarakan urusan dalam kaitannya yang meliputi kebersihan, keindahan, pemeliharaan disiplin dan tata tertib serta kesadarahan hukum.           

       
      Hubungan Tata Cara Kerja Antar Fungsi.  
            
                     Dalam pelaksanaan tugas dilapangan   Sipropam Polres Cirebon Kota  
                     berorientasi kepada :

1.    Hubungan Vertikal.

a.    Kapolres Cirebon Kota .

1)        Melaksanakan         perintah,        petunjuk   /      arahan     dan bertanggung jawab kepada Kapolres Cirebon Kota.    
2)     Memberikan    saran   /    pendapat    kepada     Kapolres    Cirebon Kota baik diminta atau tidak diminta dalam hal pemberian ganjaran dan hukuman terhadap anggota yang  bermasalah.
3)     Menindak  lanjuti  laporan  / pengaduan  dan  temuan   dari masyarakat / pihak lain tentang pengamanan Internal sesuai disposisi Kapolres Cirebon Kota.
         
                           b.      Waka    Polres Cirebon Kota.

                                    1)     Dalam  melaksanakan  tugas  Kasipropam  bertanggung  jawab kepada Kapolres Cirebon Kota  dibawah kendali Waka Polres  Cirebon Kota.

                                     2)   Sebagai salah satu unsur Wanjak  UKP, Mutasi disatuan fungsi  jajaran     Polres   Cirebon Kota,   sidang anggota  bermasalah   ( SAB ).

                                     3)  Dalam hal  sidang anggota yang bermasalah Kasipropam menyarankan jenis-jenis berat hukuman kepada anggota yang bermasalah.


      2.       Hubungan Horizontal

a.     Dengan Kabag Sumda
 
 1)    Salah     satu    Unsur    pendukung     penyelenggaraan kesejahteraan Personel, diantaranya dengan penerbitan   SKHD sebagai syarat kenaikan pangkat            
 
                                   2)      Memproses   setiap     anggota   yang   bermasalah, baik melalui penyelidikan dan pengamanan oleh Ur  Paminal maupun penyidikan oleh Ur Provos  sampai tuntas.

b.    Dengan Kasat Intelkam.

1)   Melanjutkan   penanganan   permasalahan  yang menyangkut anggota ( Pam Internal ) yang sebelumnya ditangani oleh Intelkam.

2)    Menyikapi  setiap   laporan      informasi   yang  berasal dari Intelkam yang berkaitan dengan tugas sipropam.    

c.    Dengan Kasat Reskrim.

1)     Back Up pelaksanaan operasional Sat Reskrim khususnya dalam pelaksanaan Razia ( Opsih ).  

2)    Koordinasi dalam hal penanganan perkara pidana yang melibatkan   oknum anggota Polri.

3)   Menyelidiki   dan menyidik oknum    anggota Polri yang diduga menyalahgunakan wewenang   selama   melaksanakan tugas.

d.    Dengan Kasat Narkoba.

1)      Back   Up     Operasional   Sat   Narkoba   Khususnya   dalam pelaksanaan razia di tempat-tempat    keramaian umum. ( Diskotique )
2)    Mengkoordinasikan    oknum anggota Polri yang diduga menyalahgunakan wewenang   selama melaksanakan tugas pemeriksaan kasus Narkoba.
3)        Mengkoordinasikan    perkara yang bermasalah  terutama yang menyalah gunakan Narkoba menurut penilaian dengan melalui Sidang anggota bermasalah ( SAB ) yang selanjutnya harus disidik oleh  Sat Narkoba untuk selanjutnya disidangkan melalui peradilan umum.
 
e.    Dengan Kasat Lantas.

1)     Koordinasi    tentang   identifikasi    Ranmor    yang dicurigai terkait dengan pelanggaran dan atau tindak pidana yang dilakukan oleh anggota Polri / PNS Polri.
             
       2)       Back Up Operasional Sat Lantas khususnya dalam pelaksanaan Gakum Lantas di Jalan Raya.

       3)       Menyelidiki   dan  menyidik oknum    anggota Polri yang diduga  menyalahgunakan wewenang   selama   melaksanakan tugas.

f.    Dengan Kabag Ops.

1)       Back Up Setiap kegiatan rutin Kepolisian atau operasi Kepolisian  Pola Khusus yang digelar oleh Kabag Ops sepanjang tahun. 

       2)      Menindak lanjuti setiap laporan  /pengaduan   melalui Kabag Ops yang menyangkut pelanggaran disiplin dan atau  penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh anggota jajaran Polres Cirebon Kota.
 
g.    Kasat Obvit  / Kasat Samapta.

1)        Mengawal  /  mengamankan setiap keberangkatan dan kembali anggota yang ditugaskan ke daerah operasi maupun tugas-tugas lain.

2)        Melaksanakan   pengawasan,  pengamanan dan  perlindungan personel yang sedang melaksanakan kegiatan pengamanan Operasional Kepolisian.   

                  3.       Hubungan Diagonal.
 
                            a.    Dengan Satwil ( Polwil dan Polres, Dit Polair, Den C Brimob ).
                            b.    Meneruskan Telegram  yang  bersifat   perintah   ataupun      
 petunjuk dan arahan.
 
                 Hubungan Antar Instansi.    
 
a.    Dalam pelaksanaan  tugasnya sehari-hari maupun dalam operasi
Sipropam bekerja sama   dengan Polisi Militer / Provost TNI, POMAL, POMAU  terutama dalam urusan  perselisihan antar Kesatuan TNI- POLRI, pelanggaran atau pidana yang dilakukan oleh Oknum TNI.
b.     Dalam  hal  pengamanan  terutama  yang  berkaitan  dengan 
pengamanan VIP, Sipropam bekerjasama    dengan aparat / pejabat /instansi    lain yang diperkirakan akan terlibat dalam kegiatan Pam VIP tersebut.
                      c.     Membantu   menghadirkan    anggota   Polri   yang   menjadi   saksi 
                                     ataupun tersangka di peradilan umum di Pengadilan.

                                                                                 Cirebon,  Oktober   2010                                                                                 
      KASI PROPAM



                                                                                                         
       BUDI HARTONO                                                                                                                            IPDA    NRP     69010332
 










KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
                    DAERAH JAWA BARAT
                  RESOR  KOTA CIREBON
        

JOB DISCRIPTION


KANIT P 3 D :

1.    Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Kabagmin khususnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.


2.    Berdasarkan Program kerja Polri menetapkan rencana dan program kegiatan Unit P 3 D serta mengarahkan, mengawasi dan mengendalikan pelaksanaannya guna tercapainya sasaran secara berhasil.


3.    Membina  disiplin,  tata  tertib  dan  kesadaran    hukum di lingkungan Unit
           P 3 D
 

4.    Memellihara dan meningkatkan kemampuan personil dan materiil guna mempertinggi kemampuan operasional organisasi.


5.    Mengadakan  koordinasi  pengawasan serta memberikan pengarahan   terhadap penyelenggara fungsi tehnis Provos dan Paminal  di lingkungan Polri sesuai dengan kedudukannya serta batas  wewenang dan tanggung jawabnya.


6.    Memberikan saran dan pendapat kepada Pimpinan dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari bertanggung jawab   kepada Kapolres Kota Cirebon di bawah  kendali  Waka Polres Kota  Cirebon. 





















































RAHASIA

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
                    DAERAH JAWA BARAT
                   RESORT KOTA CIREBON                    Copy ke :……………….
     Jl. Veteran No. 5 Kota Cirebon 45124                 D a r  i  :………………          


LAPORAN- PENUGASAN
No. Pol. : R /        / Lapgas / IX / 2003 / SIPROPAM

Tentang :
Adanya      surat     pengaduan     dari     masyarakat     An.   CAHYONO   Alamat                                 Perumnas     Cirebon  yang    melaporkan   bahwa   TOPIK NURJAMAN Anggota                                     Reskrim Polsekta Cirebon Selatan  Timur   Polresta  Cirebon   sebagai      pemakai,          pengedar     dan      pemasok     narkoba     di     kalangan     anak    -  anak      muda.


I.    PENDAHULUAN.
    A.    Dasar :

        1.    Surat Perintah Kanit SIPROPAM Polresta Cirebon No. Pol. : Sprint /  174  / IX /
            2003 / SIPROPAM tanggal 5 September 2003.
        2.    Informasi   dari   anggota   Subnit   Paminal   Polda   Jabar   tentang surat
            pengaduan  masyarakat  An. CAHYONO alamat Perumnas Cirebon yang
            melaporkan  BRIPDA TOPIK NURJAMAN anggota Reskrim Polsekta
            Seltim Polresta Cirebon tanggal 5 September 2003.

    B.    Personil :
        1.    BRIPKA WAWAN SETIAWAN NRP 63010720
        2.    BRIPKA ANGRIANA SOMANTRI NRP 64080496
        3.    BRIPKA SUKIRNO NRP 68030206
   
    C.    Waktu :
        Tanggal 6 – 8 September 2003

    D.    Daerah Sasaran :
        Wilayah Hukum Polresta Cirebon.

II.    TUGAS POKOK

    Melaksanakan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan tentang adanya surat pengaduan masyarakat An. CAHYONO alamat Perumnas Cirebon yang melaporkan bahwa TOPIK NURJAMAN yang bertugas di Reskrim Polsekta Seltim sebagai pemakai, pengedar bahkan pemasok Narkoba di kalangan anak-anak muda.

III.    RENCANA PELAKSANAAN

    A.    Menerima Perintah dari Kanit SIPROPAM Polresta Cirebon.
    B.     Menerima Arahan / APP dari Kanit SIPROPAM Polresta Cirebon.
    C.    Menyiapkan sarana dan prasarana yang di butuhkan.
RAHASIA



RAHASIA

IV.    PELAKSANAAN

    A.    Pada   hari   Jumat   tanggal   5 September 2003 sekitar pukul 15.30 WIB anggota
        Subnit Paminal mendapat pengarahan dari Kanit SIPROPAM Polresta Cirebon.
    B.    Pada   hari   Sabtu   tanggal   6   September   2003 jam 08.00 WIB anggota Subnit
        Paminal  melakukan Lidik dan Pulbaket di sekitar Perumnas Kota Cirebon.

V.    HASIL YANG DICAPAI

    A.    Sehubungan dengan adanya surat pengaduan masyarakat An. CAHYONO alamat
    Perumnas Cirebon  tertanggal 20 Agustus 2003 yang di tujukan kepada Kapolda Jabar IRJENPOL DADANG GARNIDA di Bandung dengan tembusan di antaranya Kapolresta Cirebon, tetapi surat tembusannya tidak ada di Polresta Cirebon melaporkan yang intinya bahwa :

        1.    TOPIK NURJAMAN    yang   bertugas   di Reskrim   Polsekta    Cirebon
            Selatan Timur sebagai pemakai,   pengedar   bahkan pemasok Narkoba di
            kalangan anak-anak muda.
        2.    TOPIK NRJAMAN  memiliki   Rapot  yang sangat jelek sebagai anggota
            Polisi yakni pernah di tahan 2 ( Dua ) kali.
        3.    Sebagai  Tim   Pemeriksa   TOPIK  NURJAMAN   selalu  memeras   dan
            membawa barang bukti ke rumah yang nantinya barang bukti itu dijual.

    B.    Hasil Penyelidikan dan Pengumpulan Bahan Keterangan adalah sebagai berikut :

        1.    Pengirim surat  An. CAHYONO alamat Perumnas Cirebon setelah dicari
            di   sekitar    Perumnas    Burung   dan    Gunung   Kota  Cirebon tidak di
            ketemukan nama    CAHYONO    tersebut karena dalam surat pengaduan
            mencatumkan alamat yang kurang jelas dan lengkap. Surat   tersebut bisa
            di katakan surat Anonim.

        2.    TOPIK NURJAMAN pangkat BRIPDA NRP 78100557,   Seba angkatan
            angkatan   1999 /  2000    di   SPN   Cisarua   Bandung,  setelah lulus dari
            pendidikan  Tahun  2000    langsung   di tempatkan   di bagian  Dalmas  /
            Perintis kurang lebih 1 ( satu )   Tahun pertengahan tahun 2001 di mutasi
            ke   Polsekta  Selatan  Timur bagian Sabhara sampai dengan akhir  tahun
            2001 awal tahun 2002   sampai dengan   sekarang di tempatkan di bagian
            Reskrim  sampai dengan sekarang.
            Dalam melaksanakan dinas di  Polsekta Seltim cukup  baik dan rajin  dan
            berdedikasi   cukup tinggi,    hubungan   dengan teman   sekantor  terjalin
            dengan   harmonis   dan   tidak  pernah ada kles, begitu pula hubungan di
            masyarakat   terjalin   dengan   baik   itu   dapat  di buktikan dengan tidak
            adanya complain atau pengaduan dari masyarakat mengenai tingkah laku
            BRIPDA   TOPIK   NURJAMAN    dalam   kedinasan   maupun    dalam
            pergaulan di masyarakat.


RAHASIA




RAHASIA
           


Mengenai tuduhan pada surat Anonim  yang di tujukan kepada  BRIPDA
            TOPIK NURJAMANsebagai salah satu pemakai, pengedar dan pemasok
            Narkoba   tidak   cukup   bukti ,    karena  dalam  kehidupan    sehari-hari 
            BRIPDA  TOPIK NURJAMAN   biasa-biasa  saja tidak pernah kelihatan
            dan   tidak pernah ada  saksi yang mengetahui   bahwa   BRIPDA TOPIK
            NURJAMAN   suka   mengkomsumsi  narkoba apalagi sebagai pengedar
            maupun pemasok narkoba.
 
3.    Dalam  surat   pengaduan   di sebutkan    BRIPDA  TOPIK NURJAMAN
            memiliki   Rapot   yang   sangat  jelek  sebagai anggota Polisi dan pernah
            di tahan 2 ( Dua ) kali.
            BRIPDA TOPIK NURJAMN   memang   pernah  di tahan  1 ( Satu ) kali
            di Rutan   Polresta Cirebon,   dalam kasus   penyalahgunaan   wewenag  /
            pungli   terhadap   pengendara   sepeda motor  di mintai uang sebesar Rp.
            17.000,   yang   di lakukan   pada hari Jumat   tanggal 13 Desember 2002
            pukul 11.00 WIB di perempatan Kanggraksan Kota Cirebon,   tertangkap
            tangan oleh   IPDA   TRI dari Puspaminal Dit Propam Polri dalam Opsih
            Ketupat Lilin Lodaya 2002 di jajaran Polda Jabar. Dengan kasus tersebut
            BRIPDA TOPIK NURJAMAN   berdasarkan surat keputusan Kapolresta
            Cirebon   No. Pol. : Skep / 03 / II / 2003 / Prov  tanggal 14 Pebruari 2003
    Mendapat hukuman  berupa penahanan  selama 20 ( Dua puluh ) hari  mulai  tanggal     14 Pebruari s/d 3 Maret 2003 di Rutan Polresta Cirebon.

                         4.    Sebagai pemeriksa di Reskrim  Polsekta Seltim BRIPDA TOPIK NURJAMAN di sebutkan pula ybs selalu memeras, membawa barang bukti ke rumah dan menjualnya ke orang lain.
    Hal itu sebagai tuduhan yang tidak cukup bukti kebenarannya karena BRIPDA TOPIK NURJAMAN sebagai penyidik pembantu di Unit Reskrim Polsekta Seltim melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, tidak pernah ada pengaduan/ complain dari kasus yang di tanganinya, melakukan pemerasan maupun penyalahgunaan wewenang lainnya yang di lakuakan BRIPDA TOPIK NURJAMAN.
    Disebutkan pula ybs selalu membawa barang bukti ke rumah dan menjualnya ke orang lain. Hal itu tidak cukup bukti pula di lakukan oleh BRIPDA TOPIK NURJAMAN karena tidak di temukan adanya orang lain / masyarakat yang membeli barang bukti berupa Ranmor maupun barang-barang lainnya dari BRIPDA TOPIK NURJAMAN karena semua barang bukti di kumpulkan dan tercatat di Polsekta Seltim.







RAHASIA


       
RAHASIA


           5.    BRIPDA TOPIK NURJAMAN bertempat tinggal di Jl. Cangkring 1` Gg. Cengkir Kel./Kec. Kejaksan Kota Cirebon, sejak bulan sekitar Juni 2001 sampai dengan sekarang, tinggal di Gg. Cengkir mengontrak sebuah rumah dengan seorang temannya yang sudah beristri yaitu saudara IFANSYAH umur 43 Tahun pekerjaan Wartawan Tempo perwakilan Cirebon, Istrinya bernama Sdri. NURUL umur 30 Tahun pekerjaan Wartawati Tempo Cirebon. BRIPDA TOPIK NURJAMAN tinggal serumah dan kamarnya bersebelahan dengan saudara IFANSYAH serta istrinya, awal bulan juli 2003 BRIPDA TOPIK NURJAMAN Nikah dengan Sdri. YULI umur 22 Tahun tidak bekerja yang berdomisili di Kadugede Kab Kuningan. Sekitar pertengahan Juli 2003 Istrinya di bawa pindah ke Gg. Cengkir Kota Cirebon serumah dengan saudara IFANSYAH dan istrinya, awal bulan Juli 2003 BRIPDA TOPIK NURJAMAN pinjam uang sebesar Rp. 18.000.000 ke Bank BRI Cirebon hal itu di perkuat oleh keterangan BRIGADIR SURYADI Jubar Polresta Cirebon bahwa betul BRIPDA TOPIK NURJAMAN melalui Jubar Polresta Cirebon telah pinjam uang sebesar Rp. 18.000.000 ke Bank BRI Cirebon.
Uang sebesar Rp. 18.000.000 tersebut oleh BRIPDA TOPIK NURJAMAN di belikan alat-alat rumah tangga di antaranya seperti meja, kursi,  lemari dsb lalu di tempatkan di rumah kontrakkan tersebut serta membeli 1 ( Satu ) Unit sepeda motor Honda Supra untuk keperluan Dinas ke kantor sehari-hari. Setelah BRIPDA TOPIK  NURJAMAN dan istrinya mempunyai alat-alat rumah tangga dan satu unit sepeda motor  tanpa alasan yang jelas istri Sdra. IFANSYAH yang bernama Sdri.NURUL bertengkar mulut dengan Sdri. YULI istrinya BRIPDA TOPIK NURJAMAN dan sampai dengan sekarang masih belum tegur sapa / akur meskipun serumah.
Mengenai surat Anonim yang melaporkan BRIPDA TOPIK NURJAMAN tidak tertutup kemungkinan yang membuat surat tersebut adalah Sdra. IFANSYAH dan istrinya karena merasa cemburu sosial melihat keadaan BRIPDA TOPIK NURJAMAN dan istrinya sekarang, sedangkan keadaan kelengkapan alat-alat rumah tangga Sdra. IFANSYAH dan istrinya lebih sederhana di bandingkan dengan kepunyaan BRIPDA TOPIK NURJAMAN.

VI.    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

     A.    Yang Menghambat :
    Untuk mengetahui kejelasan siapa yang membuat surat Anonim tersebut, di lapangan di rasakan mendapat kesulitan sehubungan obyek penyelidikan berbentuk surat Anonim.



RAHASIA




RAHASIA

    B.    Yang Menguntungkan :
        1.    Pemberian APP Kanit SIPROPAM cukup jelas.
        2.    Dedikasi anggota cukup baik.
        3.    Cuaca di lokasi cukup cerah.

VII.    KESIMPULAN

A.    Dari hasil penyelidikan tersebut di atas dapat di simpulkan bahwa surat Anonim yang di kirim oleh  An. CAHYONO yang mengadukan bahwa BRIPDA TOPIK NURJAMAN sebagai pemakai, pengedar, pemasok narkoba dan suka memeras serta membawa barang bukti lalu di jual ke orang lain adalah tidak benar dan tidak cukup bukti.
B.    Munculnya surat Anonim tersebut di duga dari Sdra. IFANSYAH dan istrinya karena merasa cemburu sosial kepada BRIPDA TOPIK NURJAMAN.

VIII.    PENUTUP       

Demikian Laporan Penugasan ini di buat sebagai bahan masukan kepada Pimpinan untuk menentukan lanhkah lebih lanjut.



                                Cirebon,  09  September  2003
                            BA SUBNIT PAMINAL





                            WAWAN SETIAWAN
                            BRIPKA NRP 63010720










                                               




KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
                    DAERAH JAWA BARAT
                   RESORT KOTA CIREBON
     Jl. Veteran No. 5 Kota Cirebon 45124                                         Cirebon,         Maret     2004                         

No.Pol        :  R  /        / III /  2004  /  Paminal
Klasifikasi    :  Rahasia
Lampiran    :   Satu Bendel
Perihal        :  Laporan hasil Penelusuran Mental
                             Kepribadian para  calon  Anggota Polri.                                                         
           Gel satu  Th. Ajaran 2004.                Kepada
                               
Yth.     KEPALA KEPOLISIAN                 WILAYAH CIREBON           
                                            di

                                    Cirebon
                                   


                    1.      Rujukan  Surat Telegram dari Kapolwil Cirebon No.Pol :  STR /276/II/ 2004 , tanggal  11 Pebruari 2004 tentang penelusuran mental kepribadian para calon Anggota Polri Gel   I   TA  Th   2004 .

                    2.    Sehubungan hal  tersebut diatas, Unit Paminal Polresta Cirebon telah melakukan penelusuran mental kepribadian para calon Anggota Polri Gel I   TA 2004, yang mendaptarkan diri pada sub Panda Polwil Cirebon yang berdomisili di Wil Hukum Polresta Cirebon.
               
                    3.        Bahwa para calon Anggota Polri yang mendaptarkan diri pada sub panda Polwil Cirebon Gel I  Th  Ajaran 2004, yang berdomisili di wilayah hukum Polresta Cirebon,berjumlah lima calon Anggota Polri ( daptar nama – nama calon Anggota Polri dan hasil penelusuran terlampir.)

                    4.        Demikian untuk menjadi periksa.
           


                                                                KEPALA KEPOLISIAN RESORT KOTA CIREBON
                                                                                                
 


                                                                                               Drs.  SISWANDI
Tembusan :                                              AJUN  KOMISARIS BESAR  POLISI NRP 59070990                       
1. Kapolda Jabar.
2. Irwasda Jabar.
3. Karo pers Polda Jabar.
4. Kabid Propam Polda Jabar.
5. Kabagbin Polwil Cirebon.

























































































































KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
 DAERAH JAWA BARAT
RESOR CIREBON KOTA







HUBUNGAN TATA CARA KERJA
( HTCK )

DI LINGKUNGAN

SEKSI PENGAWASAN
POLRES CIREBON KOTA





























Cirebon,             Pebruari    2011

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
             DAERAH JAWA BARAT
                    RESOR CIREBON KOTA



HUBUNGAN TATA CARA KERJA (HTCK)
DI LINGKUNGAN SEKSI PENGAWASAN POLRES CIREBON KOTA

BAB    I
U M U M
1.    Dasar.

a.    Undang-undang No.2 Tahun 2002, tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
b.    Keputusan Kapolri No. Pol. :  Kep/7/I/2005  tanggal 31 Januari 2005 tentang Perubahan atas keputusan Kapolres No. Pol. : Kep/54/X/2002 tanggal 17 Oktober 2002 tentang OTK Satuan-satuan organisasi pada tingkat Polda dan Polres.
c.    Surat Kapolda Jabar No. Pol. : B / 6218 / IV / 2008 / Ro Renbang tanggal 16 April 2008, tentang penyusunan HTCK dan pertelaan tugas.
d.    Surat Keputusan Kapolres Kota Cirebon No. Pol.: SKEP/12/VI/2009 tanggal 12 Juni 2009, tentang Rencana Kerja Polres Cirebon Kota TA 2010.


2.    Maksud dan Tujuan.

a.    Disusunnya HTCK ini sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepada Polres Cirebon Kota dan Polsek Kota jajarannya.
b.    Adapun tujuan dalam penyusunan ini adalah untuk memudahkan pelaksanaan hubungan kerja dan koordinasi serta untuk mencegah terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas maupun dalam koordinasi.


3.    Ruang  Lingkup.    

HTCK ini dibatasi hanya dalam lingkup wilayah hukum Polres Kota Cirebon, fungsi-fungsi dan Polsekta jajaran, serta secara umum dilingkungan Polri.


4.    Sistematika.

Hubungan Tata Cara Kerja disusun dengan Sitematika sebagai berikut :
a.    BAB    I    UMUM
b.    BAB    II    PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB (TUPOKSI)
c.    BAB     III    POKOK-POKOK HUBUNGAN DAN TATA CARA KERJA
d.    BAB    IV    PENUTUP


BAB II
TUGAS, FUNGSI DAN KEGIATAN SI WAS

5.    Tugas Pokok dan Fungsi Serta Kegiatan Seksi

a.    Seksi Pengawasan ( Si Was )

1)    Tugas

Melaksanakan monitoring dan pengawasan umum baik secara rutin maupun insidentil terhadap pelaksanaan kebijakan pimpinan Polri di bidang pembinaan dan operasional yang dilakukan oleh semua unit kerja, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan pencapaian kinerja serta memberikan saran tindak terhadap penyimpangan yang ditemukan.

2)    Fungsi

a)    pengawasan dan monitoring secara umum dan insidentil terhadap pelaksanaan kebijakan pimpinan Polri di bidang pembinaan dan operasional yang dilakukan oleh semua unit kerja.
b)    pengawasan dan monitoring proses perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian kinerja.
c)    pengawasan dan monitoring terhadap sumber daya yang meliputi bidang personel, materiil, fasilitas, dan jasa.
d)    pemberian saran dan pertimbangan kepada pimpinan atas penyimpangan dan pelanggaran yang ditemukan.

3)    Dalam melaksanakan tugas Siwas dibantu oleh :

a)    subseksi Bidang Operasional (Subsibidopsnal), yang bertugas melakukan pengawasan dan monitoring secara umum dan insidentil di bidang operasional oleh semua unit kerja, mulai tahap perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian kinerja.
b)    subseksi Bidang Pembinaan (Subsibidbin), yang bertugas melakukan pengawasan dan monitoring secara umum dan insidentil di bidang pembinaan meliputi personel, materiil, fasilitas, dan jasa.

4)    Kegiatan

a)    melaksanakan supervisi ke semua unit kerja secara berkala.
b)    melaksanakan verifikasi mutasi pejabat dilingkungan Polres dan Polsek.
c)    menelaah laporan kegiatan fungsi.
d)    melaksanakan pengkajian masalah yang dilaporkan.
e)    melaksanakan koordinasi dengan fungsi terkait.
f)    membuat laporan bulanan.
g)    membuat laporan kegiatan yang dilaksanakan.




BAB III
POKOK-POKOK HUBUNGAN DAN TATA CARA KERJA

6.    Kepala Seksi Pengawasan ( Kasi Was )

a.    Hubungan Vertikal

1)    Hubungan Kasiwas dengan Kapolres

a)    hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis memberikan laporan.
b)    memberikan saran atau bahan masukan kepada pimpinan tentang kinerja.
c)    memberikan laporan hasil kegiatan yang dilaksanakan.
d)    melaporkan produk-produk yang dihasilkan dalam pencapaian kinerja.
e)    memberikan laporan pelaksanaan tugas Kasiwas.

2)    Hubungan Kapolres dengan Kasiwas

a)    hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah.
b)    memberikan arah Kebijakan Strategis, bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan.
c)    memberikan petunjuk, arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasiwas.
d)    menerima produk-produk yang dihasilkan Seksi Pengawasan.
e)    menerima Laporan pelaksanaan tugas Kasiwas.

3)    Hubungan Kasiwas dengan Waka Polres

a)    hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis menerima perintah/laporan.
b)    memberikan saran tindak kepada pimpinan terhadap penyimpangan yang ditemukan.
c)    menerima arahan/perintah serta bimbingan dalam pelaksanaa tugas pengawasan umum.

4)    Hubungan Waka Polres dengan Kasiwas

a)    hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan adalah garis perintah /laporan.
b)    memberikan arah Kebijakan Strategis Polres Cirebon Kota, bidang Pengawasan umum untuk disusun dan dituangkan dalam Program Kerja Seksi Pengawasan Polres Cirebon Kota.
c)    memberikan petunjuk, arahan dan perintah lainnya untuk dilaksanakan Kasiwas Polres Cirebon Kota.
d)    menerima produk-produk yang dihasilkan Seksi Pengawasan.
e)    menerima Laporan pelaksanaan tugas Kasiwas Polres Cirebon Kota.


b.    Hubungan Horizontal

1)    Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ops

a)    hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    melaksanakan Kerjasama dalam penyusunan rencana Operasional Kepolisian
c)    melaksanakan kerjasama dalam pengawasan pelaksanaan tugas Operasional Kepolisian.


2)    Hubungan Kasiwas dengan Kabag Sumda

a)    hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    menerima Usulan dalam UKP, UKG, penempatan personel/jabatan dilingkungan fungsi Pengawasan Polres Cirebon Kota.

3)    Hubungan Kasiwas dengan Kabag Ren

a)    hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    melaksanakan Kerjasama dalam rangka penyusunan rencana kegiatan fungsi di lingkungan.

4)    Hubungan Kasiwas dengan Kasi Propam

a)    hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    berkoordinasi dalam hal yang menyangkut pelanggaran disiplin maupun Kode Etik Polri personel  termasuk pelaksanaan sidang pelanggaran disiplin maupun Kode Etik Polri, penegakan disiplin dan tata tertib di lingkungan.
c)    berkoordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sipropam  yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.
d)    berkoordinasi dalam hal pengajuan dan penerbitan rekomendasi  bagi personel Siwas maupun  yang telah melaksanakan putusan Ankum.

5)    Hubungan Kasiwas dengan Kasi Keu

a)    hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi
b)    berkoordinasi dalam pengawasan pengelolaan keuangan  termasuk penyerapan dan pendistribusian anggaran sesuai DIPA, RKA-KL dan POK.
c)    berkoordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sikeu  yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.
d)    berkoordinasi dalam hal penyerapan dukungan anggaran Siwas termasuk dalam pembuatan pertanggungjawaban keuangan Siwas.
 
6)    Hubungan Kasiwas dengan Kasium

a)    hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    berkoordinasi dalam penyelenggaraan administrasi umum Siwas  termasuk ketatausahaan, kesekretariaatan dan pengarsipan serta administrasi lainnya.
c)    berkoordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sium yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.

c.    Hubungan Diagonal

1)    Hubungan Kasiwas dengan KA SPKT

a)    hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    berkoordinasi dalam setiap perkembangan situasi gangguan kamtibmas di wilayah  dan Polsek-polsek.
c)    berkoordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja SPKT  yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.


2)    Hubungan Kasiwas dengan Kasat Intelkam

a)    hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    berkoordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Satintelkam  yang meliputi pembinaan fungsi intelijen bidang keamanan termasuk perkiraan intelijen, persandian, deteksi giat masyarakat, pemberian pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan, pengawasan orang asing, senjata api illegal, bahan peledak dan penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian.
c)    berkoordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Satintelkam  yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.

3)    Hubungan Kasiwas dengan Kasat Reskrim

a)    hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    berkoordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Satreskrim  yang meliputi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang terjadi di wilayah, penyelesaian perkara dan bantuan teknis penyidikan tindak pidana termasuk bantuan teknis identifikasi dan laboratorium forensik lapangan.
c)    berkoordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Satreskrim  yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.

4)    Hubungan Kasiwas dengan Kasat Narkoba

a)    hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    berkoordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Satnarkoba  yang meliputi kejadian tindak pidana narkoba termasuk yang dilakukan oleh personel , penyelesaian perkara dan kegiatan pengembangan, penyuluhan dan rehabilitasi pengguna narkoba di wilayah.
c)    berkoordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Satnarkoba  yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.

5)    Hubungan Kasiwas dengan Kasat Binmas

a)    hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    berkordinasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugas Satbinmas Polres yang meliputi kegiatan pembinaan Perpolisian-masyarakat, pembinaan ketertiban masyarakat, pembinaan keamanan swakarsa termasuk pembinaan dan penyuluhan kepolisian khusus.
c)    berkoordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Satbinmas  yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.

6)    Hubungan Kasiwas dengan Kasat Sabhara

a)    hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    berkoordinasi dalam hal- hal yang berhubungan dengan tugas Satsabhara  yang meliputi patroli quick respon, pengamanan objek vital, pelayanan kesehatan hewan dan penanganan tindak pidana ringan serta pengamanan, penyelamatan, pencarian dan evakuasi korban bencana alam.
c)    berkoordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Satsabhara  yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.


7)    Hubungan Kasiwas dengan Kasat Lantas

a)    hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    berkoordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Satlantas  yang meliputi kegiatan patroli lalu lintas, penerbitan SIM, STNK dan BPKB termasuk administrasi tilang, kecelakaan lalu lintas dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas serta rekayasa lalu lintas.
c)    berkoordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Satlantas  yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.

8)    Hubungan Kasiwas dengan Kasat Tahti

a)    hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    berkoordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sattahti  yang meliputi perawatan tahanan termasuk jumlah dan kondisi ruang tahanan serta fasilitas ruang tahanan termasuk dalam menerima, menyimpan dan memelihara barang bukti.
c)    berkoordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sattahti  yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.

9)    Hubungan Kasiwas dengan Kasi Tipol

a)    hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    berkoordinasi dalam hal-hal yang berhubungan tugas Sitipol  yang meliputi perawatan dan perbaikan alat komunikasi, pengumpulan, pengolahan dan penyajian data termasuk informasi kriminal dan pelayanan teknologi komunikasi serta teknologi informasi.
c)    berkoordinasi dalam monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja Sitipol  yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.

10)    Hubungan Kasiwas dengan Polsek jajaran

a)    hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan adalah garis koordinasi.
b)    memberikan bimbingan teknis dibidang pengawasan umum dan monitoring atas perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan masing-masing Polsek jajaran.
c)    mengawasi manajemen pelaksanaan operasi Kepolisian dan kegiatan Kepolisian.
d)    melaksanakan monitoring dan pengawasan umum terhadap bidang perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian rencana kerja dan rencana kegiatan Polsek yang meliputi personel, materiil dan fasilitas di bidang operasional dan pembinaan.
e)    melaksanakan supervisi ke Polsek-polsek dan merekap hasil temuannya.
f)    meminta laporan akuntabilitas kinerja bulanan Polsek.
g)    meneruskan kebijakan, petunjuk dan arahan pimpinan terutama dalam hal pengawasan umum ke Polsek-polsek.


BAB IV
PENUTUP


7.    Demikian naskah sementara Hubungan Tata Cara Kerja pada Seksi Pengawasan (Siwas) Polres Cirebon Kota ini dibuat untuk dapat dijadikan pedoman sehingga akan tercapai suatu sinergitas baik secara vertikal, horizonta, diagonal maupun sektoral.
   

Cirebon,       Pebruari  2011
KEPALA SEKSI PENGAWASAN




RIDO PURNOMO
IPDA NRP 59090882


























2011-03-11 14:42:53 resta_cirebon 10.00 PID POLDA JAWA BARAT